Anda ingin downloas software???
Anda sering kesulitan dalam mendownload sebuah software???
Anda bisa coba software yang saya bagikan ini ya....
http://www.ziddu.com/download/2794528/softwaregratis.zip.html
(jika nggak bisa diklik, dicopy paste aja ke addres anda ya)
semoga bermanfaat,
30 November 2008
Anda mau software HideIPPlatinum gratis???
Software HideIPPlatinum adalah software yang dipergunakan untuk menyembunyikan IP addres komputer kita dari orang lain di internet.
Langsung saja Jika anda berminat anda bisa download filenya disini...
http://www.ziddu.com/download/2794507/HideIPPlatinum.exe.html
(jika tidak bisa diklik, anda copy paste saja link ini ke address anda)
semoga bermanfaat,
Langsung saja Jika anda berminat anda bisa download filenya disini...
http://www.ziddu.com/download/2794507/HideIPPlatinum.exe.html
(jika tidak bisa diklik, anda copy paste saja link ini ke address anda)
semoga bermanfaat,
Label:
Software
Anda mau pasang iklan anda GRATIS???
Netter yg terhormat,
disini aku berusaha untuk memberikan info-info terbaru untuk anda, dan kali ini saya akan memberikan info web-web yang menyediakan pasang iklan gratis tanpa daftar....
www.iklanbarislaris.com
www.iklanbaris.com
www.smartiklan.com
sementara itu dulu yang bisa saya sampaikan, apabila lain waktu saya mendapatkan info terbaru, saya akan menampilkan di blog saya ini.
Semoga bermanfaat,
disini aku berusaha untuk memberikan info-info terbaru untuk anda, dan kali ini saya akan memberikan info web-web yang menyediakan pasang iklan gratis tanpa daftar....
www.iklanbarislaris.com
www.iklanbaris.com
www.smartiklan.com
sementara itu dulu yang bisa saya sampaikan, apabila lain waktu saya mendapatkan info terbaru, saya akan menampilkan di blog saya ini.
Semoga bermanfaat,
Label:
Gratis
27 November 2008
Apa gaya bisnis penjualan anda???
Proses Selling
Menjual tidak hanya terbatas pada proses menawarkan sebuah produk atau jasa saja, melainkan termasuk juga terampil berkomunikasi dengan efektif dan mampu mempengaruhi orang lain sehingga mereka bersedia menerima ide pemikiran kita dan dengan sukarela melakukan apa yang kita sarankan.Dalam hidup sehari hari, kita selalu terlibat dalam proses selling tanpa bisa dihindari, misalnya ketika seorang ibu menyuruh anaknya untuk mandi, makan dan mengerjakan PR sekolah, secara tidak langsung sang ibu sudah menjual sebuah saran supaya sang anak setuju untuk pergi mandi, makan dan mengerjakan PR nya, atau ketika anda mengajak teman teman untuk clubbing di café kesukaan anda, anda sudah menjual kepada teman anda, yaitu ide dan keinginan anda untuk clubbing di café tersebut.Bahkan ketika anda ditawarkan sebuah produk dan menolak untuk membeli, anda juga sudah menjual, yaitu anda menjual alasan kenapa anda tidak mau membelinya.Dalam proses selling, setiap orang memiliki strategi yang berbeda sesuai dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental masing masing.Strategi MenjualKalau dilihat dari pendekatannya, strategi atau gaya menjual yang biasa kita temukan bisa dikategorikan sebagai berikut:1. Gaya Mengemis dan Memohon Belas Kasihan, strategi ini sangat tidak efektif karena kita sama sekali tidak memiliki kendali dan hanya menggantungkan keberuntungan kita pada belas kasihan prospek. Biasanya cara ini digunakan oleh anak2 ketika meminta sesuatu pada orang tuanya, tapi dalam praktek sehari hari kita masih juga menemukan cara tersebut pada orang dewasa dan pada sales tertentu, pendekatan dengan gaya ini bisa kita kenali dari gayanya yang khas seperti "tolonglah pak/bu, ini kan sudah mau tutup bulan dan target saya masih belum tercapai…", atau "tolong dibantu… saya kan memiliki 3 orang anak yang harus saya nafkahi…" dsb… dsb…2. Gaya Maksa, strategi ini sering anda jumpai pada direct selling, dimana para sales ngotot dan memaksa meskipun sang prospek sudah menjelaskan tidak ada kebutuhan dan tidak tertarik untuk membeli, meski relatif lebih baik daripada yang no 1, tetap saja strategi ini kurang efektif, justru kebanyakan prospek akan kapok dan trauma karena cara pendekatan yang maksa ini, dan cara inilah juga yang memunculkan persepsi negatif terhadap profesi sebagai sales, sehingga banyak sales yang menjadi kurang pede dan menyebut dirinya dengan sebutan "tenaga marketing", bukan sales.3. Memberi Perintah, meski lebih efektif dari 2 gaya sebelumnya, tetap saja pendekatan ini tidak fleksibel, karena untuk memberikan instruksi atau perintah, kita membutuhkan otoritas, kekuasaan, pesona dan karisma, dan begitu kita berada diluar daerah kekuasaan kita, pendekatan tersebut sudah sulit untuk diterapkan.4. Melakukan Negosiasi, syarat untuk bisa melakukan negosiasi adalah anda harus memiliki posisi tawar yang minimal seimbang dengan prospek, dan biasanya dalam negosiasi ada beberapa hal penting yang harus anda korbankan, "Jika anda memberi ini… maka saya akan memberikan itu.. dan itu… dan itu…"5. Pendekatan Persuasif, yaitu strategi membujuk dan mempengaruhi dengan menggunakan pengetahuan tentang psikologi dan perilaku manusia, dibandingkan dengan pendekatan sebelumnya, pendekatan ini jauh lebih fleksibel dan bisa digunakan kapan saja meskipun posisi tawar kita lemah.6. Pendekatan dengan HypnoPersuasion, karena hypnosis adalah sebuah seni berkomunikasi dengan pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, maka sekarang metoda hypnosis juga digunakan dalam proses selling dengan hasil yang terkadang menakjubkan.Dalam pendekatan ini seorang sales sudah menguasai metoda HypnoPersuasion ini mampu mengontrol suasana hati dan pikiran prospek, mengontrol arah pembicaraan, memunculkan kebutuhan & keinginan membeli pada level bawah sadar prospek sehingga mampu meminimalkan keberatan, karena prospek akan merasa ide dan keputusan membeli tersebut berasal dari dirinya sendiri.Berdasarkan gaya pendekatan diatas, anda termasuk tipe yang mana?Action Tips:Berikut ini tips yang bisa anda lakukan untuk menerapkan konsep diatas dalam hidup sehari hari:1. Sadar bahwa ketika kita berkomunikasi dengan orang lain, secara tidak langsung kita sudah terlibat dalam proses menjual, apakah itu mengutarakan sebuah ide atau pendapat, memberikan saran maupun mengungkapkan keinginan & harapan kita.2. Seandainya profesi anda adalah sebagai seorang Sales, anda boleh berbangga hati, karena sebagus apapun produk yang dihasilkan, sebuah perusahaan tidak bisa jalan dan bekembang tanpa kontribusi dari para sales. Disamping peran penting sales dalam distribusi sebuah produk, sales juga berjasa dalam mengedukasi dan memberikan informasi up to date tentang perkembangan terbaru dalam sebuah bidang industri tertentu, jadi bisa dikatakan bahwa para customer tergantung dan belajar secara tidak langsung dari sales (karena keterbatasan waktu untuk mencari informasi baru), tidak terkecuali apakah customernya seorang dokter, insiyur atau pemilik sebuah perusahaan.3. Analisa strategi menjual yang biasa anda gunakan, apakah efektif dan sudah optimal? Adakah yang harus diubah? Apa yang paling pintar anda lakuka? Dan apa yang harus anda pelajari?4. Tingkatkan keterampilan berkomunikasi anda dengan belajar metoda berkomunikasi yang efektif dan persuasif, dan metoda HypnoPersuasion bisa memberikan alternatif yang menarik dan mudah dipelajari dengan cepat.Semoga bermanfaat.Proses SellingMenjual tidak hanya terbatas pada proses menawarkan sebuah produk atau jasa saja, melainkan termasuk juga terampil berkomunikasi dengan efektif dan mampu mempengaruhi orang lain sehingga mereka bersedia menerima ide pemikiran kita dan dengan sukarela melakukan apa yang kita sarankan.Dalam hidup sehari hari, kita selalu terlibat dalam proses selling tanpa bisa dihindari, misalnya ketika seorang ibu menyuruh anaknya untuk mandi, makan dan mengerjakan PR sekolah, secara tidak langsung sang ibu sudah menjual sebuah saran supaya sang anak setuju untuk pergi mandi, makan dan mengerjakan PR nya, atau ketika anda mengajak teman teman untuk clubbing di café kesukaan anda, anda sudah menjual kepada teman anda, yaitu ide dan keinginan anda untuk clubbing di café tersebut.Bahkan ketika anda ditawarkan sebuah produk dan menolak untuk membeli, anda juga sudah menjual, yaitu anda menjual alasan kenapa anda tidak mau membelinya.Dalam proses selling, setiap orang memiliki strategi yang berbeda sesuai dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental masing masing.Strategi MenjualKalau dilihat dari pendekatannya, strategi atau gaya menjual yang biasa kita temukan bisa dikategorikan sebagai berikut:1. Gaya Mengemis dan Memohon Belas Kasihan, strategi ini sangat tidak efektif karena kita sama sekali tidak memiliki kendali dan hanya menggantungkan keberuntungan kita pada belas kasihan prospek. Biasanya cara ini digunakan oleh anak2 ketika meminta sesuatu pada orang tuanya, tapi dalam praktek sehari hari kita masih juga menemukan cara tersebut pada orang dewasa dan pada sales tertentu, pendekatan dengan gaya ini bisa kita kenali dari gayanya yang khas seperti "tolonglah pak/bu, ini kan sudah mau tutup bulan dan target saya masih belum tercapai…", atau "tolong dibantu… saya kan memiliki 3 orang anak yang harus saya nafkahi…" dsb… dsb…2. Gaya Maksa, strategi ini sering anda jumpai pada direct selling, dimana para sales ngotot dan memaksa meskipun sang prospek sudah menjelaskan tidak ada kebutuhan dan tidak tertarik untuk membeli, meski relatif lebih baik daripada yang no 1, tetap saja strategi ini kurang efektif, justru kebanyakan prospek akan kapok dan trauma karena cara pendekatan yang maksa ini, dan cara inilah juga yang memunculkan persepsi negatif terhadap profesi sebagai sales, sehingga banyak sales yang menjadi kurang pede dan menyebut dirinya dengan sebutan "tenaga marketing", bukan sales.3. Memberi Perintah, meski lebih efektif dari 2 gaya sebelumnya, tetap saja pendekatan ini tidak fleksibel, karena untuk memberikan instruksi atau perintah, kita membutuhkan otoritas, kekuasaan, pesona dan karisma, dan begitu kita berada diluar daerah kekuasaan kita, pendekatan tersebut sudah sulit untuk diterapkan.4. Melakukan Negosiasi, syarat untuk bisa melakukan negosiasi adalah anda harus memiliki posisi tawar yang minimal seimbang dengan prospek, dan biasanya dalam negosiasi ada beberapa hal penting yang harus anda korbankan, "Jika anda memberi ini… maka saya akan memberikan itu.. dan itu… dan itu…"5. Pendekatan Persuasif, yaitu strategi membujuk dan mempengaruhi dengan menggunakan pengetahuan tentang psikologi dan perilaku manusia, dibandingkan dengan pendekatan sebelumnya, pendekatan ini jauh lebih fleksibel dan bisa digunakan kapan saja meskipun posisi tawar kita lemah.6. Pendekatan dengan HypnoPersuasion, karena hypnosis adalah sebuah seni berkomunikasi dengan pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, maka sekarang metoda hypnosis juga digunakan dalam proses selling dengan hasil yang terkadang menakjubkan.Dalam pendekatan ini seorang sales sudah menguasai metoda HypnoPersuasion ini mampu mengontrol suasana hati dan pikiran prospek, mengontrol arah pembicaraan, memunculkan kebutuhan & keinginan membeli pada level bawah sadar prospek sehingga mampu meminimalkan keberatan, karena prospek akan merasa ide dan keputusan membeli tersebut berasal dari dirinya sendiri.Berdasarkan gaya pendekatan diatas, anda termasuk tipe yang mana?Action Tips:Berikut ini tips yang bisa anda lakukan untuk menerapkan konsep diatas dalam hidup sehari hari:1. Sadar bahwa ketika kita berkomunikasi dengan orang lain, secara tidak langsung kita sudah terlibat dalam proses menjual, apakah itu mengutarakan sebuah ide atau pendapat, memberikan saran maupun mengungkapkan keinginan & harapan kita.2. Seandainya profesi anda adalah sebagai seorang Sales, anda boleh berbangga hati, karena sebagus apapun produk yang dihasilkan, sebuah perusahaan tidak bisa jalan dan bekembang tanpa kontribusi dari para sales. Disamping peran penting sales dalam distribusi sebuah produk, sales juga berjasa dalam mengedukasi dan memberikan informasi up to date tentang perkembangan terbaru dalam sebuah bidang industri tertentu, jadi bisa dikatakan bahwa para customer tergantung dan belajar secara tidak langsung dari sales (karena keterbatasan waktu untuk mencari informasi baru), tidak terkecuali apakah customernya seorang dokter, insiyur atau pemilik sebuah perusahaan.3. Analisa strategi menjual yang biasa anda gunakan, apakah efektif dan sudah optimal? Adakah yang harus diubah? Apa yang paling pintar anda lakuka? Dan apa yang harus anda pelajari?4. Tingkatkan keterampilan berkomunikasi anda dengan belajar metoda berkomunikasi yang efektif dan persuasif, dan metoda HypnoPersuasion bisa memberikan alternatif yang menarik dan mudah dipelajari dengan cepat.Semoga bermanfaat.
Menjual tidak hanya terbatas pada proses menawarkan sebuah produk atau jasa saja, melainkan termasuk juga terampil berkomunikasi dengan efektif dan mampu mempengaruhi orang lain sehingga mereka bersedia menerima ide pemikiran kita dan dengan sukarela melakukan apa yang kita sarankan.Dalam hidup sehari hari, kita selalu terlibat dalam proses selling tanpa bisa dihindari, misalnya ketika seorang ibu menyuruh anaknya untuk mandi, makan dan mengerjakan PR sekolah, secara tidak langsung sang ibu sudah menjual sebuah saran supaya sang anak setuju untuk pergi mandi, makan dan mengerjakan PR nya, atau ketika anda mengajak teman teman untuk clubbing di café kesukaan anda, anda sudah menjual kepada teman anda, yaitu ide dan keinginan anda untuk clubbing di café tersebut.Bahkan ketika anda ditawarkan sebuah produk dan menolak untuk membeli, anda juga sudah menjual, yaitu anda menjual alasan kenapa anda tidak mau membelinya.Dalam proses selling, setiap orang memiliki strategi yang berbeda sesuai dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental masing masing.Strategi MenjualKalau dilihat dari pendekatannya, strategi atau gaya menjual yang biasa kita temukan bisa dikategorikan sebagai berikut:1. Gaya Mengemis dan Memohon Belas Kasihan, strategi ini sangat tidak efektif karena kita sama sekali tidak memiliki kendali dan hanya menggantungkan keberuntungan kita pada belas kasihan prospek. Biasanya cara ini digunakan oleh anak2 ketika meminta sesuatu pada orang tuanya, tapi dalam praktek sehari hari kita masih juga menemukan cara tersebut pada orang dewasa dan pada sales tertentu, pendekatan dengan gaya ini bisa kita kenali dari gayanya yang khas seperti "tolonglah pak/bu, ini kan sudah mau tutup bulan dan target saya masih belum tercapai…", atau "tolong dibantu… saya kan memiliki 3 orang anak yang harus saya nafkahi…" dsb… dsb…2. Gaya Maksa, strategi ini sering anda jumpai pada direct selling, dimana para sales ngotot dan memaksa meskipun sang prospek sudah menjelaskan tidak ada kebutuhan dan tidak tertarik untuk membeli, meski relatif lebih baik daripada yang no 1, tetap saja strategi ini kurang efektif, justru kebanyakan prospek akan kapok dan trauma karena cara pendekatan yang maksa ini, dan cara inilah juga yang memunculkan persepsi negatif terhadap profesi sebagai sales, sehingga banyak sales yang menjadi kurang pede dan menyebut dirinya dengan sebutan "tenaga marketing", bukan sales.3. Memberi Perintah, meski lebih efektif dari 2 gaya sebelumnya, tetap saja pendekatan ini tidak fleksibel, karena untuk memberikan instruksi atau perintah, kita membutuhkan otoritas, kekuasaan, pesona dan karisma, dan begitu kita berada diluar daerah kekuasaan kita, pendekatan tersebut sudah sulit untuk diterapkan.4. Melakukan Negosiasi, syarat untuk bisa melakukan negosiasi adalah anda harus memiliki posisi tawar yang minimal seimbang dengan prospek, dan biasanya dalam negosiasi ada beberapa hal penting yang harus anda korbankan, "Jika anda memberi ini… maka saya akan memberikan itu.. dan itu… dan itu…"5. Pendekatan Persuasif, yaitu strategi membujuk dan mempengaruhi dengan menggunakan pengetahuan tentang psikologi dan perilaku manusia, dibandingkan dengan pendekatan sebelumnya, pendekatan ini jauh lebih fleksibel dan bisa digunakan kapan saja meskipun posisi tawar kita lemah.6. Pendekatan dengan HypnoPersuasion, karena hypnosis adalah sebuah seni berkomunikasi dengan pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, maka sekarang metoda hypnosis juga digunakan dalam proses selling dengan hasil yang terkadang menakjubkan.Dalam pendekatan ini seorang sales sudah menguasai metoda HypnoPersuasion ini mampu mengontrol suasana hati dan pikiran prospek, mengontrol arah pembicaraan, memunculkan kebutuhan & keinginan membeli pada level bawah sadar prospek sehingga mampu meminimalkan keberatan, karena prospek akan merasa ide dan keputusan membeli tersebut berasal dari dirinya sendiri.Berdasarkan gaya pendekatan diatas, anda termasuk tipe yang mana?Action Tips:Berikut ini tips yang bisa anda lakukan untuk menerapkan konsep diatas dalam hidup sehari hari:1. Sadar bahwa ketika kita berkomunikasi dengan orang lain, secara tidak langsung kita sudah terlibat dalam proses menjual, apakah itu mengutarakan sebuah ide atau pendapat, memberikan saran maupun mengungkapkan keinginan & harapan kita.2. Seandainya profesi anda adalah sebagai seorang Sales, anda boleh berbangga hati, karena sebagus apapun produk yang dihasilkan, sebuah perusahaan tidak bisa jalan dan bekembang tanpa kontribusi dari para sales. Disamping peran penting sales dalam distribusi sebuah produk, sales juga berjasa dalam mengedukasi dan memberikan informasi up to date tentang perkembangan terbaru dalam sebuah bidang industri tertentu, jadi bisa dikatakan bahwa para customer tergantung dan belajar secara tidak langsung dari sales (karena keterbatasan waktu untuk mencari informasi baru), tidak terkecuali apakah customernya seorang dokter, insiyur atau pemilik sebuah perusahaan.3. Analisa strategi menjual yang biasa anda gunakan, apakah efektif dan sudah optimal? Adakah yang harus diubah? Apa yang paling pintar anda lakuka? Dan apa yang harus anda pelajari?4. Tingkatkan keterampilan berkomunikasi anda dengan belajar metoda berkomunikasi yang efektif dan persuasif, dan metoda HypnoPersuasion bisa memberikan alternatif yang menarik dan mudah dipelajari dengan cepat.Semoga bermanfaat.Proses SellingMenjual tidak hanya terbatas pada proses menawarkan sebuah produk atau jasa saja, melainkan termasuk juga terampil berkomunikasi dengan efektif dan mampu mempengaruhi orang lain sehingga mereka bersedia menerima ide pemikiran kita dan dengan sukarela melakukan apa yang kita sarankan.Dalam hidup sehari hari, kita selalu terlibat dalam proses selling tanpa bisa dihindari, misalnya ketika seorang ibu menyuruh anaknya untuk mandi, makan dan mengerjakan PR sekolah, secara tidak langsung sang ibu sudah menjual sebuah saran supaya sang anak setuju untuk pergi mandi, makan dan mengerjakan PR nya, atau ketika anda mengajak teman teman untuk clubbing di café kesukaan anda, anda sudah menjual kepada teman anda, yaitu ide dan keinginan anda untuk clubbing di café tersebut.Bahkan ketika anda ditawarkan sebuah produk dan menolak untuk membeli, anda juga sudah menjual, yaitu anda menjual alasan kenapa anda tidak mau membelinya.Dalam proses selling, setiap orang memiliki strategi yang berbeda sesuai dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental masing masing.Strategi MenjualKalau dilihat dari pendekatannya, strategi atau gaya menjual yang biasa kita temukan bisa dikategorikan sebagai berikut:1. Gaya Mengemis dan Memohon Belas Kasihan, strategi ini sangat tidak efektif karena kita sama sekali tidak memiliki kendali dan hanya menggantungkan keberuntungan kita pada belas kasihan prospek. Biasanya cara ini digunakan oleh anak2 ketika meminta sesuatu pada orang tuanya, tapi dalam praktek sehari hari kita masih juga menemukan cara tersebut pada orang dewasa dan pada sales tertentu, pendekatan dengan gaya ini bisa kita kenali dari gayanya yang khas seperti "tolonglah pak/bu, ini kan sudah mau tutup bulan dan target saya masih belum tercapai…", atau "tolong dibantu… saya kan memiliki 3 orang anak yang harus saya nafkahi…" dsb… dsb…2. Gaya Maksa, strategi ini sering anda jumpai pada direct selling, dimana para sales ngotot dan memaksa meskipun sang prospek sudah menjelaskan tidak ada kebutuhan dan tidak tertarik untuk membeli, meski relatif lebih baik daripada yang no 1, tetap saja strategi ini kurang efektif, justru kebanyakan prospek akan kapok dan trauma karena cara pendekatan yang maksa ini, dan cara inilah juga yang memunculkan persepsi negatif terhadap profesi sebagai sales, sehingga banyak sales yang menjadi kurang pede dan menyebut dirinya dengan sebutan "tenaga marketing", bukan sales.3. Memberi Perintah, meski lebih efektif dari 2 gaya sebelumnya, tetap saja pendekatan ini tidak fleksibel, karena untuk memberikan instruksi atau perintah, kita membutuhkan otoritas, kekuasaan, pesona dan karisma, dan begitu kita berada diluar daerah kekuasaan kita, pendekatan tersebut sudah sulit untuk diterapkan.4. Melakukan Negosiasi, syarat untuk bisa melakukan negosiasi adalah anda harus memiliki posisi tawar yang minimal seimbang dengan prospek, dan biasanya dalam negosiasi ada beberapa hal penting yang harus anda korbankan, "Jika anda memberi ini… maka saya akan memberikan itu.. dan itu… dan itu…"5. Pendekatan Persuasif, yaitu strategi membujuk dan mempengaruhi dengan menggunakan pengetahuan tentang psikologi dan perilaku manusia, dibandingkan dengan pendekatan sebelumnya, pendekatan ini jauh lebih fleksibel dan bisa digunakan kapan saja meskipun posisi tawar kita lemah.6. Pendekatan dengan HypnoPersuasion, karena hypnosis adalah sebuah seni berkomunikasi dengan pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, maka sekarang metoda hypnosis juga digunakan dalam proses selling dengan hasil yang terkadang menakjubkan.Dalam pendekatan ini seorang sales sudah menguasai metoda HypnoPersuasion ini mampu mengontrol suasana hati dan pikiran prospek, mengontrol arah pembicaraan, memunculkan kebutuhan & keinginan membeli pada level bawah sadar prospek sehingga mampu meminimalkan keberatan, karena prospek akan merasa ide dan keputusan membeli tersebut berasal dari dirinya sendiri.Berdasarkan gaya pendekatan diatas, anda termasuk tipe yang mana?Action Tips:Berikut ini tips yang bisa anda lakukan untuk menerapkan konsep diatas dalam hidup sehari hari:1. Sadar bahwa ketika kita berkomunikasi dengan orang lain, secara tidak langsung kita sudah terlibat dalam proses menjual, apakah itu mengutarakan sebuah ide atau pendapat, memberikan saran maupun mengungkapkan keinginan & harapan kita.2. Seandainya profesi anda adalah sebagai seorang Sales, anda boleh berbangga hati, karena sebagus apapun produk yang dihasilkan, sebuah perusahaan tidak bisa jalan dan bekembang tanpa kontribusi dari para sales. Disamping peran penting sales dalam distribusi sebuah produk, sales juga berjasa dalam mengedukasi dan memberikan informasi up to date tentang perkembangan terbaru dalam sebuah bidang industri tertentu, jadi bisa dikatakan bahwa para customer tergantung dan belajar secara tidak langsung dari sales (karena keterbatasan waktu untuk mencari informasi baru), tidak terkecuali apakah customernya seorang dokter, insiyur atau pemilik sebuah perusahaan.3. Analisa strategi menjual yang biasa anda gunakan, apakah efektif dan sudah optimal? Adakah yang harus diubah? Apa yang paling pintar anda lakuka? Dan apa yang harus anda pelajari?4. Tingkatkan keterampilan berkomunikasi anda dengan belajar metoda berkomunikasi yang efektif dan persuasif, dan metoda HypnoPersuasion bisa memberikan alternatif yang menarik dan mudah dipelajari dengan cepat.Semoga bermanfaat.
Label:
Kiat Sukses
26 November 2008
How to Start an Internet Business without Capital
I often meet new Internet marketers on various forums and they aspire to earn the big bucks like some of the well-known personas out there, such as Yanik Silver and Bryan Kumar. However, most of these new marketers have only the slightest ideas on where to start, and a lot of them are not willing or able to invest a startup capital in their online business.
However, it is almost impossible to start an Internet business without spending some money on basic infrastructure such as web hosting, domain names and so on. Hence, here is a rough guide on how to build an Internet business starting with $0. The first and most important thing to do is to list out all your skills. What skills do you have? You may have picked up these skills through daily life (for example languages), through your job (hands-on knowledge on a specific niche) or from your hobbies (for example fishing). It is most vital to list down skills or knowledge that you have and might be in demand elsewhere. For example, you love fly-fishing and you do it every day after work. You may build your Internet business upon this: writing an instructional guide on fly-fishing, teaching people how to do it, etc. Best of all, you do not need to spend money to acquire this knowledge: you already have it.
So, the very first option, if you have no money to start off your online business, is to earn some capital using your already existing skills or knowledge. You can give tuition to students on your dominant subject in college, you can teach stuff about your hobby to people who are interested, you can write guides on knowledge or skills you picked up through experience and cannot be found in theoretical books.
Okay, let's say if you just can't think of any skills or knowledge that people might be interested in. Then, it's most important that you locate a workable business model and focus on that alone. You can obtain almost everything you need through bartering, web hosting, domain name or credit card processing, to name a few in exchange for your product (if you own one) or services like copywriting, ghostwriting and website designs. There is always some mundane job that people don't want to do, and you can do that for those people in exchange for things you need. You just need to ask for it!
However, it is almost impossible to start an Internet business without spending some money on basic infrastructure such as web hosting, domain names and so on. Hence, here is a rough guide on how to build an Internet business starting with $0. The first and most important thing to do is to list out all your skills. What skills do you have? You may have picked up these skills through daily life (for example languages), through your job (hands-on knowledge on a specific niche) or from your hobbies (for example fishing). It is most vital to list down skills or knowledge that you have and might be in demand elsewhere. For example, you love fly-fishing and you do it every day after work. You may build your Internet business upon this: writing an instructional guide on fly-fishing, teaching people how to do it, etc. Best of all, you do not need to spend money to acquire this knowledge: you already have it.
So, the very first option, if you have no money to start off your online business, is to earn some capital using your already existing skills or knowledge. You can give tuition to students on your dominant subject in college, you can teach stuff about your hobby to people who are interested, you can write guides on knowledge or skills you picked up through experience and cannot be found in theoretical books.
Okay, let's say if you just can't think of any skills or knowledge that people might be interested in. Then, it's most important that you locate a workable business model and focus on that alone. You can obtain almost everything you need through bartering, web hosting, domain name or credit card processing, to name a few in exchange for your product (if you own one) or services like copywriting, ghostwriting and website designs. There is always some mundane job that people don't want to do, and you can do that for those people in exchange for things you need. You just need to ask for it!
Label:
Kiat Sukses
Kiat-kiat sukses menjadi Interpreur
1. Kecepatan. Dengan segala percepatan perkembangan teknologi, globalisasi, dan internet, laju perubahan pun semakin cepat dari yang pernah dibayangkan. Karena itu, Anda harus bisa mengantisipasinya dan sanggup bereaksi cepat, tapi juga penuh perhitungan.
2. Kemampuan Beradaptasi. Laju perubahan yang terjadi pada dunia internet membutuhkan bisnis yang lebih fleksibel dan adaptif dibandingkan sebelumnya. Anda harus menambah pengetahuan dan mampu menginterpretasinya, serta secara cepat merespon perubahan tersebut dimanapun terjadinya –baik dalam teknologi dan kompetisi, juga padapergantian pola pasar dan pembeli-.
3. Eksperimen. Seorang netpreneur harus bersedia mencoba ide-ide baru di pasar yang dibidiknya. Anda tidak memiliki banyak waktu atau hanyamengandalkan “market research” yang sudah tidak up to dateuntuk mengevaluasi tindakan-tindakan Anda . Eksperimen dansiap bergerak cepat untuk beradaptasi dengan apa yangdibutuhkan dan diinginkan pasar kepada Anda .
4. Inovasi Yang Konstan. Meluncurkan produk ke pasar hanyalah sebuah permulaan. Dorongan kompetisi yang tak kenal henti dan tuntutan pasar terhadap perbaikan membuat fokus bisnis pada inovasi sangat penting.
5. Kolaborasi. Sudah menjadi sifat dari netpreneur menjadi kolaboratif. Anda tidak bisa bekerja sendiri di pergerakan dengan kecepatanseperti ini. Internet memungkinkan Anda melibatkan banyak pemilik perusahaan dalam setiap langkah. Mulai dari kelahiransebuah produk melalui riset, pembangunan produk, pengemasan,pengiriman, support dan proses perbaikan yang terus berjalan.
6. Jadilah Penggerak Distribusi. Tantangan nyata dari dunia bisnis saat ini adalah distribusi–penyebaran merek serta identitas produk dan jasa Anda -.Satu hal yang paling terasa, internet memperkecil hambatan distribusi. Untuk itu, Anda harus membangun merek dan saluran distribusi demi kesinambungan kesuksesan bisnis.
7. Fokus Pada Niche Market. Internet menjangkau dan mendistribusi kesempatan bisnis pada pasarbaru yang terbuka. Karena itu, netpreneur harus memfokuskan pada sektor pasar yang terdefinisi dengan baik -yaitu pada niche marketatau pasar ceruk- agar dapat meraih posisi dominan atau menemukanpasar yang belum atau kurang terlayani. Walau kenyataannya,kesempatan yang paling menggairahkan terletak pada menciptakanpasar yang baru.
8. Jadilah Multidisipliner. Perusahaan dalam era ekonomi baru seperti sekarang menciptakan solusi dengan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu sepertiteknologi, content, grafis, layanan dan hubungan. Karena itu,seorang netpreneur sukses biasanya memahami berbagai disiplinilmu.
2. Kemampuan Beradaptasi. Laju perubahan yang terjadi pada dunia internet membutuhkan bisnis yang lebih fleksibel dan adaptif dibandingkan sebelumnya. Anda harus menambah pengetahuan dan mampu menginterpretasinya, serta secara cepat merespon perubahan tersebut dimanapun terjadinya –baik dalam teknologi dan kompetisi, juga padapergantian pola pasar dan pembeli-.
3. Eksperimen. Seorang netpreneur harus bersedia mencoba ide-ide baru di pasar yang dibidiknya. Anda tidak memiliki banyak waktu atau hanyamengandalkan “market research” yang sudah tidak up to dateuntuk mengevaluasi tindakan-tindakan Anda . Eksperimen dansiap bergerak cepat untuk beradaptasi dengan apa yangdibutuhkan dan diinginkan pasar kepada Anda .
4. Inovasi Yang Konstan. Meluncurkan produk ke pasar hanyalah sebuah permulaan. Dorongan kompetisi yang tak kenal henti dan tuntutan pasar terhadap perbaikan membuat fokus bisnis pada inovasi sangat penting.
5. Kolaborasi. Sudah menjadi sifat dari netpreneur menjadi kolaboratif. Anda tidak bisa bekerja sendiri di pergerakan dengan kecepatanseperti ini. Internet memungkinkan Anda melibatkan banyak pemilik perusahaan dalam setiap langkah. Mulai dari kelahiransebuah produk melalui riset, pembangunan produk, pengemasan,pengiriman, support dan proses perbaikan yang terus berjalan.
6. Jadilah Penggerak Distribusi. Tantangan nyata dari dunia bisnis saat ini adalah distribusi–penyebaran merek serta identitas produk dan jasa Anda -.Satu hal yang paling terasa, internet memperkecil hambatan distribusi. Untuk itu, Anda harus membangun merek dan saluran distribusi demi kesinambungan kesuksesan bisnis.
7. Fokus Pada Niche Market. Internet menjangkau dan mendistribusi kesempatan bisnis pada pasarbaru yang terbuka. Karena itu, netpreneur harus memfokuskan pada sektor pasar yang terdefinisi dengan baik -yaitu pada niche marketatau pasar ceruk- agar dapat meraih posisi dominan atau menemukanpasar yang belum atau kurang terlayani. Walau kenyataannya,kesempatan yang paling menggairahkan terletak pada menciptakanpasar yang baru.
8. Jadilah Multidisipliner. Perusahaan dalam era ekonomi baru seperti sekarang menciptakan solusi dengan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu sepertiteknologi, content, grafis, layanan dan hubungan. Karena itu,seorang netpreneur sukses biasanya memahami berbagai disiplinilmu.
Label:
Kiat Sukses
Karakter yang harus Anda miliki untuk menjadi seorang Entrepreuneur
Bagaimanapun, untuk menjadi entrepreneur, tak cukup memiliki pengetahuan tentang bisnis. Karakter atau jiwa entrepreneur juga sangat dibutuhkan. Karena itu penting sekali mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut pada diri Anda sendiri untuk mengetahui seberapa besar karakter entrepreneur Anda.
1. Berapa besar komitmen Anda?
Seorang entrepreneur sukses memiliki komitmen yang besar terhadap bisnisnya. Mudah dipahami memang, tapi sulit dalam prakteknya. Jika Anda masih berangan-angan memiliki bisnis sendiri dan belum memulainya, barangkali Anda mesti memperkuat komitmen Anda dan siap dengan segala resikonya. Bagaimanapun, tak satupun bisnis di dunia ini yang aman dari resiko. Walau begitu, resiko juga bisa dimanajemen bukan?! :-)
2. Apakah gelas Anda setengah penuh atau setengah kosong?
Tidak semua orang optimis adalah entrepreneur, tetapi hampir semua entrepreneur adalah orang-orang optimis. Setiap entrepreneur biasanya memiliki kemampuan melihat kesempatan positif dari suatu tantangan situasi. Tanpa keyakinan optimistis, maka akan sulit memotivasi karyawan, bertahan pada masa-masa sulit dan mengembangkan bisnis.
3. Apakah Anda senang membuat keputusan?
Keputusan berarti komitmen. Keputusan yang salah bisa mengarah pada masalah dan menghilangkan rasa hormat dari suatu kelompok.
Memiliki sebuah bisnis -khususnya yang modalnya tidak besar berarti harus siap membuat keputusan dengan market research terbatas dan informasi yang kurang lengkap. Nah, kira-kira apakah Anda senang membuat keputusan-keputusan demikian?
4. Apakah Anda memiliki uang untuk membuat cita-cita bisnis Anda terwujud?
Jangan berhenti dulu dari pekerjaan sehari-hari, sampai Anda memiliki modal yang cukup untuk kelangsungan bisnis. Memenuhi kebutuhan keuangan untuk bisnis tidaklah mudah dan perlu pengorbanan pribadi apakah itu dari tabungan, pinjaman bank, dll. Anda juga harus siap jika ternyata ada yang tidak berjalan sesuai rencana. Nah, apakah Anda sanggup menyokong kelangsungan business plan agar bisnis Anda tetap bertahan?
5. Apakah Anda senang menjual?
Dalam bisnis, penjualan adalah bagian alami dari segala pekerjaan bahkan jika mereka tidak pernah bekerja di bidang penjualan sekalipun. Sebagai seorang entrepreneur,pekerjaan Anda adalah ‘menjual’. Menjual produk Anda, visi perusahaan dan diri Anda sendiri. Dan Anda harus melakukan ini setiap hari, dalam setiap waktu. Jika Anda menikmatinya, Anda memang seorang entrepreneur sejati. :-)
1. Berapa besar komitmen Anda?
Seorang entrepreneur sukses memiliki komitmen yang besar terhadap bisnisnya. Mudah dipahami memang, tapi sulit dalam prakteknya. Jika Anda masih berangan-angan memiliki bisnis sendiri dan belum memulainya, barangkali Anda mesti memperkuat komitmen Anda dan siap dengan segala resikonya. Bagaimanapun, tak satupun bisnis di dunia ini yang aman dari resiko. Walau begitu, resiko juga bisa dimanajemen bukan?! :-)
2. Apakah gelas Anda setengah penuh atau setengah kosong?
Tidak semua orang optimis adalah entrepreneur, tetapi hampir semua entrepreneur adalah orang-orang optimis. Setiap entrepreneur biasanya memiliki kemampuan melihat kesempatan positif dari suatu tantangan situasi. Tanpa keyakinan optimistis, maka akan sulit memotivasi karyawan, bertahan pada masa-masa sulit dan mengembangkan bisnis.
3. Apakah Anda senang membuat keputusan?
Keputusan berarti komitmen. Keputusan yang salah bisa mengarah pada masalah dan menghilangkan rasa hormat dari suatu kelompok.
Memiliki sebuah bisnis -khususnya yang modalnya tidak besar berarti harus siap membuat keputusan dengan market research terbatas dan informasi yang kurang lengkap. Nah, kira-kira apakah Anda senang membuat keputusan-keputusan demikian?
4. Apakah Anda memiliki uang untuk membuat cita-cita bisnis Anda terwujud?
Jangan berhenti dulu dari pekerjaan sehari-hari, sampai Anda memiliki modal yang cukup untuk kelangsungan bisnis. Memenuhi kebutuhan keuangan untuk bisnis tidaklah mudah dan perlu pengorbanan pribadi apakah itu dari tabungan, pinjaman bank, dll. Anda juga harus siap jika ternyata ada yang tidak berjalan sesuai rencana. Nah, apakah Anda sanggup menyokong kelangsungan business plan agar bisnis Anda tetap bertahan?
5. Apakah Anda senang menjual?
Dalam bisnis, penjualan adalah bagian alami dari segala pekerjaan bahkan jika mereka tidak pernah bekerja di bidang penjualan sekalipun. Sebagai seorang entrepreneur,pekerjaan Anda adalah ‘menjual’. Menjual produk Anda, visi perusahaan dan diri Anda sendiri. Dan Anda harus melakukan ini setiap hari, dalam setiap waktu. Jika Anda menikmatinya, Anda memang seorang entrepreneur sejati. :-)
Cara dapetin kartu kredit dengan cara yang mudah
Ada cara yang relative mudah untuk mendapatkan kartu kredit. Kartu kredit ini adalah kartu kredit keluaran BCA. Cara pengajuan kartu kredit BCA ini adalah sebagai berikut :
1. Silahkan datang ke kantor BCA terdekat (customer service)
2. Silahkan berbicara kepada CS bahwa anda ingin membuat kartu kredit BCA dengan
jaminan. Jaminan ini sebesar 3 juta rupiah. Anda bias menggunakan saldo tabungan BCA anda
(jika memiliki tabungan di BCA) atau anda bias membuka rekening baru
3. Anda akan diminta mengisi formulir untuk pengajuan kredit
4. Pihak bank akan melakukan verifikasi alamat anda
5. Aplikasi anda akan diterima asalkan anda dapat lolos pada verifikasi alamat yang dilakukan
oleh pihak bank
6. Anda perlu menunggu kurang lebih 20 hari kerja untuk mendapatkan kartu kredit anda
Hal-hal yang perlu anda perhatikan bener-bener adalah :
1. Pastikan alamat anda tuliskan benar dan pada saat pihak bank melakukan verifikasi anda
berhasil melewatinya
2. Besar gaji tidak terlalu masalah karena anda memberikan jaminan 3 juta rupiah yang nantinya
digunakan sebagai batas kredit anda
3. Jadi anda tidak perlu melampirkan slip gaji anda kan?? Bahkan mahasiswa pun bisa
mengajukan aplikasi ini
Selamat mencoba yah…
1. Silahkan datang ke kantor BCA terdekat (customer service)
2. Silahkan berbicara kepada CS bahwa anda ingin membuat kartu kredit BCA dengan
jaminan. Jaminan ini sebesar 3 juta rupiah. Anda bias menggunakan saldo tabungan BCA anda
(jika memiliki tabungan di BCA) atau anda bias membuka rekening baru
3. Anda akan diminta mengisi formulir untuk pengajuan kredit
4. Pihak bank akan melakukan verifikasi alamat anda
5. Aplikasi anda akan diterima asalkan anda dapat lolos pada verifikasi alamat yang dilakukan
oleh pihak bank
6. Anda perlu menunggu kurang lebih 20 hari kerja untuk mendapatkan kartu kredit anda
Hal-hal yang perlu anda perhatikan bener-bener adalah :
1. Pastikan alamat anda tuliskan benar dan pada saat pihak bank melakukan verifikasi anda
berhasil melewatinya
2. Besar gaji tidak terlalu masalah karena anda memberikan jaminan 3 juta rupiah yang nantinya
digunakan sebagai batas kredit anda
3. Jadi anda tidak perlu melampirkan slip gaji anda kan?? Bahkan mahasiswa pun bisa
mengajukan aplikasi ini
Selamat mencoba yah…
Subscribe to:
Posts (Atom)

